Diterbitkan pada: 01/04/2026
Jakarta Timur, 1 April 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan bedah buku Kedahsyatan Bahasa pada Rabu (1/4). Kegiatan ini berlangsung di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani, Rawamangun, Jakarta Timur, sebagai bagian dari rangkaian pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran strategis bahasa dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan pembentukan karakter, sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan melalui literasi. Bedah buku menghadirkan penulis Atikah Solihah, serta menghadirkan novelis Asma Nadia dan pemengaruh bahasa Ivan Lanin sebagai pembedah, dengan dimoderatori oleh Ni Luh Anik Mayani. Acara dibuka oleh Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, yang menekankan pentingnya bahasa dalam membentuk kepribadian dan karakter, terutama dalam lingkungan keluarga. Ia menyampaikan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama bagi anak melalui bahasa yang digunakan sehari-hari. “Dari bahasa yang kita gunakan, anak belajar tentang kasih sayang, disiplin, kejujuran, hingga empati. Oleh karena itu, perempuan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pilihan kata, nada bicara, dan teladan berbahasa,” ujar Masmidah. Ia juga menegaskan bahwa bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi dapat menjadi sarana membangun atau bahkan melukai. Untuk itu, diperlukan pembiasaan penggunaan bahasa yang memuliakan, membimbing, dan menguatkan karakter anak. Dalam pemaparannya, penulis buku, Atikah Solihah, menjelaskan bahwa ”Kedahsyatan Bahasa” ditulis berdasarkan pengalaman panjangnya di bidang kebahasaan. Buku ini mengulas bahasa dari berbagai perspektif, mulai dari aspek struktural, fungsi komunikasi, hingga peran bahasa dalam merepresentasikan realitas kehidupan. “Atas dasar pengalaman tersebut, saya melihat bahwa bahasa tidak hanya berhenti pada tata bahasa, tetapi juga memiliki peran luas dalam menjelaskan berbagai bidang kehidupan manusia,” ungkap Atikah. Sementara itu, Ivan Lanin menyoroti bahwa bahasa memiliki kekuatan besar dalam membentuk peradaban. Ia menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga pemicu perubahan sosial dan sarana pewarisan pengetahuan antar generasi. “Bahasa memungkinkan manusia membangun relasi, berbagi pengetahuan, dan menciptakan peradaban. Inilah yang membuat bahasa menjadi salah satu kekuatan terbesar manusia,” jelas Ivan. Dari perspektif sastra dan perempuan, Asma Nadia menekankan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membangun relasi sosial, termasuk dalam keluarga. Ia menyampaikan bahwa pilihan kata dan cara berkomunikasi sangat memengaruhi keharmonisan hubungan, baik antara orang tua dan anak maupun dalam kehidupan rumah tangga. “Bahasa bukan hanya jembatan komunikasi, tetapi juga membentuk cara berpikir, mengelola emosi, dan menentukan kualitas hubungan antarmanusia,” tutur Asma. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan melalui literasi akan berdampak luas, mulai dari keluarga hingga masyarakat. Menurutnya, perempuan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang berkarakter. Kegiatan bedah buku ini menjadi salah satu bentuk konkret penguatan literasi dalam rangka memperingati Hari Kartini. Melalui forum diskusi yang reflektif dan inspiratif, kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan kebahasaan serta memperkuat peran perempuan dalam pendidikan. Melalui kegiatan ini, Badan Bahasa dan DWP Kemendikdasmen mengajak keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk kembali memberikan perhatian pada penggunaan bahasa yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dari bahasa yang baik akan tumbuh karakter yang kuat, dan dari perempuan yang berdaya akan lahir generasi yang bermartabat. Sebagai bagian dari pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan 2026, kegiatan ini menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan ruang belajar yang inklusif, reflektif, dan berdampak, sejalan dengan visi mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. (Penulis: Shaka || Editor: Denty dan Meryna). Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Shaka
Editor: Denty Anugrahmawaty