Diterbikan pada: 8 April 2026
Jakarta, 8 April 2026 - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP gelombang pertama di sejumlah daerah di Indonesia berjalan lancar dengan tingkat partisipasi peserta didik yang tinggi. Hal ini terlihat dari berbagai hasil pemantauan di lapangan, termasuk di wilayah terdampak bencana, yang tetap mampu menyelenggarakan TKA secara optimal melalui kolaborasi berbagai pihak. Di Provinsi Aceh, pelaksanaan TKA hari kedua menunjukkan ketangguhan satuan pendidikan dalam menghadapi keterbatasan akibat bencana. Berdasarkan pemantauan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) bersama dinas pendidikan setempat, kegiatan asesmen tetap berlangsung dengan baik. “Secara umum pelaksanaan TKA hari kedua berjalan lancar. Partisipasi siswa sangat tinggi, bahkan di banyak satuan pendidikan tingkat kehadiran mencapai hampir 100 persen,” ujar Kepala BPMP Provinsi Aceh, Syafran. Syafran menambahkan bahwa di sejumlah wilayah terdampak, satuan pendidikan tetap berupaya memastikan peserta didik dapat mengikuti TKA. Di Kabupaten Pidie Jaya, misalnya, pelaksanaan TKA di SMP Negeri 1 Meurah Dua dilakukan di tenda darurat karena kondisi sekolah yang masih terdampak lumpur. Keterbatasan sarana juga diatasi melalui peminjaman perangkat dari guru maupun sekolah lain. “Kondisi ini menunjukkan semangat dan komitmen yang luar biasa dari sekolah, guru, dan siswa untuk tetap melaksanakan pembelajaran dan asesmen, meskipun dalam situasi terbatas,” tambahnya. Hal serupa juga terlihat di Kabupaten Aceh Tamiang. Kepala SMP Negeri 1 Kuala Simpang, Abdul Jalil, mengungkapkan bahwa kendala teknis yang muncul dapat segera diatasi berkat kolaborasi berbagai pihak. “Hari pertama dan kedua, kami telah melaksanakan TKA. Alhamdulillah berjalan dengan lancar walaupun pasti ada kendala teknis yang terjadi karena wilayah terdampak bencana, namun sangat cepat diatasi dengan kolaborasi Dinas Pendidikan dan UPT Kemendikdasmen di Aceh,” ucapnya. Sementara itu di Sumatra Selatan, pelaksanaan TKA juga berjalan optimal. Berdasarkan pantauan tim BPMP setempat di berbagai kabupaten/kota, satuan pendidikan menunjukkan kesiapan yang baik, sementara peserta didik mengikuti ujian dengan disiplin dan penuh semangat. Kelancaran ini terlihat di sejumlah sekolah seperti SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 6 Indralaya Utara di Kabupaten Ogan Ilir, SMP Negeri 19 dan SMP Negeri 47 Palembang, serta SMP Negeri 6 Kayuagung dan SMP IT Madani Kayuagung di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Di seluruh lokasi tersebut, sarana dan prasarana ujian telah dipersiapkan dengan baik, pengawasan berjalan ketat, serta tidak ditemukan hambatan yang berarti selama pelaksanaan TKA berlangsung. Kepala SMP Negeri 6 Kayuagung, Evi Febriastuti, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan lancar tanpa kendala teknis. “Alhamdulillah pelaksanaan TKA berjalan lancar dan soal-soal tampil dengan baik tanpa hambatan sama sekali. TKA ini bertujuan untuk mengukur capaian individu peserta didik, memberikan capaian hasil belajar secara objektif,” ujarnya. Dukungan terhadap pelaksanaan TKA juga datang dari pemerintah daerah, salah satunya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menilai TKA sebagai instrumen penting untuk melihat kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, TKA dapat menjadi rujukan nasional dalam mengukur kemampuan siswa serta menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan guru. “Jika dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hasil TKA juga mencerminkan kualitas sekolah yang berbanding lurus dengan mutu sumber daya manusianya,” paparnya. Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan TKA. Ia menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari penyusunan regulasi teknis, penyediaan logistik, hingga sosialisasi kepada satuan pendidikan dan masyarakat. Di Kota Denpasar, pelaksanaan TKA perdana untuk jenjang SMP juga berlangsung lancar dengan partisipasi mencapai 11.071 murid dari sekolah negeri dan swasta. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menyampaikan bahwa kelancaran ini tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan sebelumnya. “Sosialisasi telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, baik kepada murid maupun orang tua, agar murid SMP di Kota Denpasar dapat mengikuti TKA dengan baik dan lancar,” ujarnya. Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA SMP gelombang pertama di berbagai daerah menunjukkan kesiapan satuan pendidikan serta kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Keberhasilan ini menjadi indikator positif dalam memastikan pelaksanaan asesmen berjalan tertib, lancar, dan memberikan gambaran objektif terhadap capaian pembelajaran peserta didik. Ke depan, Kemendikdasmen akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi guna memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan TKA pada gelombang berikutnya dapat berjalan dengan semakin baik serta memberikan manfaat optimal bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.*** (Penulis & Dokumentasi: Tim Kemendikdasmen/Editor: Stephanie, Seno H.) Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 260/sipers/A6/IV/2026
Penulis: Stephanie Westiana
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BSKAP
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru
Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi
Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pembangunan Bahasa dan Sastra