Pendidikan Friendly rumah_pendidikan
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon PPID
Pendidikan Bermutu untuk Semua Jadi Motor Kemendikdasmen Wujudkan Asta Cita Presiden
Pendidikan Bermutu untuk Semua Jadi Motor Kemendikdasmen Wujudkan Asta Cita Presiden

Diterbikan pada: 13 Juni 2026

Bagikan

Gambar Siaran Pers

Jakarta, 13 Juni 2026 – Pendidikan Bermutu untuk Semua menjadi komitmen utama pemerintah untuk mewujudkan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Dalam sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mewujudkan hal tersebut yang di antaranya melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, serta sejumlah program peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru.
 
Pada pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (11/6), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memaparkan perkembangan terkait sejumlah program prioritas kementerian. Terkait Revitalisasi Satuan Pendidikan, sampai dengan tahun 2025, dijelaskannya program revitalisasi telah terealisasi 100 persen dengan menjangkau sebanyak 16.167 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari Rp16,9 triliun. 
 
Lebih lanjut, pelaksanaan revitalisasi tahun 2026 telah berjalan hampir 70 persen dari alokasi awal. Sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah memasuki tahap pengerjaan dan sebagian sekolah tersebut ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026. Sehingga bangunan baru hasil revitalisasi dapat digunakan para warga sekolah di momen awal tahun ajaran baru 2026/2027.
 
“Melalui skema swakelola, program revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Skema swakelola diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan rentang waktu pekerjaan antara tiga hingga delapan bulan,” papar Mendikdasmen, Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6).
 
Selain meningkatkan mutu pendidikan melalui revitalisasi, Menteri Abdul Mu’ti menuturkan bahwa tahun 2025 Kemendikdasmen juga telah mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Perangkat tersebut kini telah dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan hasil kajian menunjukkan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta motivasi belajar murid.