Diterbikan pada: 19 Juli 2026
Denpasar, Bali, 18 Juli 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat melakukan kunjungan ke Provinsi Bali untuk memantau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai dari tingkat TK, SD sampai dengan SMA sederajat. MPLS menjadi ruang transisi yang positif bagi murid dari jenjang pendidikan sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan istilah dan praktik lama yang bersifat intimidatif atau berisiko menimbulkan trauma, seperti perpeloncoan, diganti sepenuhnya dengan kegiatan yang memperkenalkan murid pada lingkungan dan sistem sekolah secara edukatif. "Kita mengembalikan MPLS ke tujuan awalnya, yaitu memperkenalkan murid dengan lingkungan sekolahnya melalui cara yang ramah. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman, menghargai harkat dan martabat manusia," jelas Wamen Atip saat mengunjungi Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar, Jumat (17/7). Dalam kunjungannya di Sekolah Kristen Harapan Denpasar, Wamen Atip memantau langsung kegiatan MPLS pada hari terakhir ini, di mana kegiatan difokuskan kepada pengenalan ekstrakurikuler yang ada sekolah. Wamen Atip menilai bahwa hal ini penting sebagai bekal soft skills bagi generasi muda dalam menghadapi era digitalisasi dan tantangan global. “Saya melihat ekstrakurikuler ini memberikan ruang bagi para murid untuk mengekspresikan, sekaligus juga mewujudkan mereka yang punya minat di luar kurikulum, dan itu sesuatu yang sangat penting, juga bagian untuk penguatan karakter juga pendidikan, soft skill untuk bekal itu ke depan,” ujar Wamen Atip. Sejalan dengan itu Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengapresiasi pihak sekolah yang tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, namun juga pada kegiatan hal-hal yang juga menunjang pengembangan karakter murid seperti kegiatan ekstrakurikuler. “Tadi pagi waktu datang ke sini saya langsung melihat anak-anak PAUD, anak-anak TK menampilkan berbagai macam kegiatan dan terlihat sekali bagaimana yayasan ini mendidik anak-anak dengan sangat baik. Besar harapan kami anak-anak bisa tumbuh dengan lebih bagus lagi dan nantinya menjadi manusia berguna” jelas Suharti. Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar memiliki jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak hingga SMA dan SMK, untuk penerimaan siswa baru yang terdaftar total berjumlah 1.165 siswa baru. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Harapan, Daniel, menyampaikan bahwa MPLS di SMA Kristen Harapan difokuskan pada pengenalan budaya sekolah yang ramah dan pembekalan materi yang relevan bagi murid baru. Hal ini bertujuan untuk memastikan siswa tidak merasa canggung saat memulai proses pembelajaran. Di mana pihak sekolah berkomitmen menghadirkan suasana yang menyenangkan. "Responsnya sangat luar biasa semangat, mereka ceria semua dalam mengikuti kegiatan. Mungkin bisa dilihat sekarang anak-anak semangat sekali melihat kegiatan-kegiatan untuk MPLS pada hari ini karena kami mengusung MPLS yang Ramah,” jelas Daniel. Untuk menyalurkan minat dan bakat, sekolah memperkenalkan sebanyak 33 jenis ekstrakurikuler, mulai dari Pecinta Alam (Pala), Paskibra, hingga seni seperti Band dan Dance, Daniel pun menambahkan bahwa pengarahan ini penting agar siswa memiliki gambaran yang jelas mengenai aktivitas mereka di sekolah. Sementara itu, Ida Ayu Dewi, biasa di sapa Dayu, murid kelas X-2, menceritakan pengalamannya mengikuti MPLS di SMA Kristen Harapan Denpasar. “Seru selama MPLS juga senang bisa aktif menjawab sampai dapat predikat the most active dan terus ada kegiatan outbound Rabu kemarin itu seperti memperkenalkan pos-pos di sini sekaligus denah sekolah. Jadi bisa menjawab pertanyaan, main sama teman, terus bersama-sama memecahkan permasalahan,” tutur Dayu bersemangat. Ia pun berpesan untuk teman-teman untuk jangan takut ikut MPLS, karena di sini selain untuk mengenalkan berbagai macam fasilitas sekolah, juga sebagai sarana untuk menambah relasi tanpa perlu takut ada perundungan. “Tetap berteman saja dengan siapapun, jangan memandang perbedaan biar bisa menambah relasi juga di sekolah,” pesan Dayu.*** (Penulis & Fotografer: Morecka)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuUntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 601/sipers/A6/VII/2026
Penulis: Morecka
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Publik
Sekolah Dikdasmen
Murid Dikdasmen
Orang Tua
Penguatan Pendidikan Karakter
Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan