Education Friendly rumah_pendidikan
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Profile Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Public Information of Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
General Information
Home
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Home
Button Icon Profile
Find information about the Ministry of Education and Culture, organizational structure, and regulations.
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Profiles of Officials
Button Icon Publication
Find news, press releases, announcements, and official documentation from Kemendikdasmen
Button Icon PPID
SNT Hadirkan Layanan Pendidikan Terintegrasi, Perluas Akses Pendidikan Bermutu
SNT Hadirkan Layanan Pendidikan Terintegrasi, Perluas Akses Pendidikan Bermutu

Published on: 11 Agustus 2026

Share:

Press Release Image

Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 11 Agustus 2026 – Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai memberikan layanan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. Kehadiran SNT menjadi langkah transformasi tata kelola pendidikan melalui integrasi layanan antarjenjang, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pembelajaran dalam satu ekosistem pendidikan yang terpadu.

Melalui pendekatan tersebut, SNT diarahkan untuk memperkuat kesinambungan layanan pendidikan, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekolah, serta membuka ruang yang lebih luas bagi setiap murid untuk memperoleh pendidikan bermutu dan mengembangkan potensinya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyebut beroperasinya SNT sebagai tonggak penting dalam perjalanan pendidikan nasional. “Ini adalah tonggak sejarah dalam satu sistem pendidikan nasional,” ujar Mendikdasmen pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 17 SNT di Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8). 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menjelaskan bahwa SNT membawa transformasi tata kelola melalui pengelolaan layanan pendidikan yang semakin terpadu. Integrasi tersebut mencakup koordinasi antarjenjang, kesinambungan pembelajaran, hingga pemanfaatan fasilitas pendidikan secara bersama. “Intinya adalah satu transformasi tata kelola. Jadi, mengintegrasikan kelembagaan, tadinya beberapa sekolah menjadi satu manajemen sekolah,” ujar Pratikno. 

Menurut Pratikno, konsep terintegrasi juga memungkinkan fasilitas pendidikan dimanfaatkan secara lebih optimal. Lapangan olahraga, gedung olahraga, laboratorium, serta sarana pendidikan lainnya dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran secara bersama. “Lapangan sepak bola bersama antarsekolah karena terintegrasi. GOR juga digunakan beberapa sekolah yang tadinya dua sekolah menjadi satu sekolah, satu kesatuan. Transformasi infrastruktur termasuk laboratorium dan lain-lain, sehingga ini lebih efisien,” katanya.  

Integrasi dalam SNT, lanjut Pratikno, tidak berhenti pada tata kelola dan infrastruktur. Transformasi juga diarahkan pada proses pembelajaran dan pengembangan potensi murid secara lebih utuh.

Pratikno menekankan bahwa prestasi murid tidak semata-mata diukur dari capaian akademik. Murid juga perlu memperoleh ruang yang luas untuk berkembang dan berprestasi dalam bidang seni, olahraga, maupun bidang lainnya sesuai bakat dan minat masing-masing. “Berprestasi itu bukan hanya akademik, bukan hanya matematika nilainya 10, bukan hanya fisika nilainya 10. Berprestasi itu macam-macam, bisa akademik maupun nonakademik melalui seni atau olahraga,” ujarnya.

Ia mendorong murid SNT untuk menemukan dan mengembangkan bidang yang menjadi kekuatan masing-masing, tanpa meninggalkan pembelajaran di bidang lainnya. “Jadi, Anda juga harus berprestasi di bidang masing-masing, tetapi jangan lupa untuk belajar yang lain juga.” 

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa keberhasilan SNT tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Menurut Dudung, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan pembangunan dan penyelenggaraan SNT benar-benar memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Ia juga menekankan bahwa SNT merupakan salah satu bentuk intervensi strategis negara untuk menghadirkan layanan pendidikan bermutu semakin dekat dengan masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di berbagai daerah di Indonesia. “Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan intervensi strategis negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dekat dengan masyarakat hingga ke seluruh pelosok negeri,” katanya.  

Dukungan terhadap penyelenggaraan SNT juga disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah. Menurutnya, angkatan pertama SNT memiliki posisi penting karena menjadi bagian dari awal perjalanan penyelenggaraan sekolah terintegrasi secara nasional. Ia berharap kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan terutama murid angkatan pertama dapat menjadi teladan serta membuka jalan bagi pengembangan SNT pada masa mendatang.  “SNT angkatan pertama ini diharapkan bisa menjadi teladan yang baik untuk angkatan-angkatan berikutnya,” ujar Himmatul.

Himmatul juga menyampaikan apresiasi kepada Mendikdasmen Abdul Mu’ti beserta jajaran Kemendikdasmen atas kerja dalam mendukung pelaksanaan program sekolah terintegrasi secara nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

Melalui integrasi layanan pendidikan, pemanfaatan sarana dan prasarana secara optimal, transformasi pembelajaran, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, SNT diharapkan menjadi salah satu model penyelenggaraan pendidikan yang semakin terpadu dan berorientasi pada kebutuhan murid. Lebih dari menghadirkan fasilitas pendidikan, kehadiran SNT diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan yang memberi ruang bagi setiap murid untuk belajar, bertumbuh, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya melalui layanan pendidikan bermutu.*** (Penulis: Ririn/Fotografer: Destian)

 

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah

Source: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 702/sipers/A6/VIII/2026

Writer: Ririn Ramandani

Editor: Denty Anugrahmawaty

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Sekolah Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Content Ownership Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Related Press Release
Related Content Images
14 Tahun Dukung Talenta Muda Indonesia, Kemendikdasmen Apresiasi Beasiswa SCG

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Mitra Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Mitra Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi dan Sains Teknologi

Published on : 12/08/2026

Related Content Images
PAUD jadi Fondasi Pendidikan, Kemendikdasmen Dorong Anak Tumbuh sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Guru PAUD Content Ownership Sekolah PAUD Content Ownership Murid PAUD Content Ownership Orang Tua Content Ownership Strengthening Character Education Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan

Published on : 12/08/2026

Related Content Images
Tak Ada Anak Tertinggal, 164 Ribu Murid Difabel Mendapat Akses Layanan Pendidikan

Content Ownership PaudDikdasmen Content Ownership Dinas Pendidikan Content Ownership Ruang Murid Content Ownership Ruang Orang Tua Content Ownership Ruang Pemerintah Content Ownership Ruang Publik Content Ownership Guru Dikdasmen Content Ownership Sekolah Dikdasmen Content Ownership Murid Dikdasmen Content Ownership Orang Tua Content Ownership Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan Content Ownership Pemenuhan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Published on : 12/08/2026