25/02/2026 21:13:58
Jakarta, Kemendikdasmen – Ratusan pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkumpul secara hibrida di Graha Utama, Jakarta, pada Jumat (20/2). Sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam menjalankan fungsi bidang pendidikan, sosial, dan budaya, DWP Kemendikdasmen menyelenggarakan "Tadarus dan Buka Bersama Ramadan 1447 Hijriah" sebagai momentum menempa karakter serta integritas para anggotanya. Mengangkat tema "Penguatan Kualitas Keislaman Menuju Pribadi Muslimah Berintegritas", acara ini bukan hanya rutinitas tahunan. Momentum ini dimaknai sebagai "madrasah ruhaniah" atau sekolah spiritual untuk menyucikan jiwa dan memperkuat iman melalui ibadah puasa serta tilawah Al-Qur'an. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang hadir memberikan tausiyah, menekankan bahwa kualitas keislaman harus bermanifestasi dalam integritas bekerja. Menurutnya, iman bersifat dinamis sehingga perlu terus dirawat dan diekspresikan melalui amal saleh yang nyata di kantor maupun di rumah. "Iman itu bisa bertambah kuat, bisa juga bertambah lemah, sehingga perlu terus dirawat. Dalam konteks pekerjaan, amal saleh berarti bekerja sesuai prosedur dan aturan yang benar. Pastikan pekerjaan itu tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga thayyib atau memberikan manfaat luas tanpa dampak negatif," tegas Menteri Mu’ti. Menteri Mu’ti juga berpesan agar setiap insan di Kemendikdasmen memberikan keteladanan tanpa harus menggurui. "Berikan contoh kebaikan melalui tindakan. Sebagai pemimpin pun, kita harus memiliki kerendahan hati untuk menerima koreksi. Saya justru minta diingatkan jika hendak berbuat salah," tambahnya. Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menekankan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik bagi kaum perempuan untuk melakukan refleksi mendalam. Ia mengibaratkan proses penyucian diri ini seperti membersihkan isi gelas yang kotor dengan tuangan air yang jernih. "Jika selama sebelas bulan mungkin ada hal-hal yang belum baik, maka Ramadan ini kita gunakan sebaik-baiknya untuk membersihkan diri. Ketika dituang kebaikan-kebaikan selama Ramadan, maka yang lahir nanti adalah kebaikan pula," ujar Masmidah dalam arahannya. Ia juga mengajak para anggota untuk tidak hanya membaca Al-Qur'an, tetapi juga mendalami maknanya melalui terjemahan agar mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, menyoroti pentingnya nilai integritas bagi seorang muslimah, terutama mereka yang bergerak di sektor pendidikan. Menurutnya, integritas adalah keselarasan antara hati, pikiran, dan tindakan. "Muslimah yang berintegritas adalah pribadi yang jujur dalam perkataan, amanah dalam tugas, dan istiqomah dalam kebaikan. Kualitas keislaman kita tidak hanya diukur dari kuantitas ibadah, tetapi dari bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di hadapan orang banyak maupun dalam kesendirian," tutur Nunuk. Ia menambahkan bahwa karakter ini sangat krusial dalam peran mereka membangun masyarakat dan mencetak generasi penerus bangsa, termasuk para murid di sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida ini diikuti oleh pengurus DWP pusat serta anggota di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di Indonesia. Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, melaporkan bahwa rangkaian acara meliputi tadarus bersama tausiyah, hingga buka puasa bersama. "Tujuan utama kami adalah mempererat silaturahmi dan menambah kecintaan dalam membaca Al-Qur'an. Kami ingin setiap langkah yang kita ambil di bulan suci ini menjadi sarana peningkatan takwa yang nyata," jelas Marlina. Kehadiran para pimpinan kementerian, termasuk Sekretaris Jenderal Suharti, jajaran staf ahli, staf khusus, dan jajaran di Direktorat Jenderal GTKPG mempertegas komitmen kolektif Kemendikdasmen dalam membangun lingkungan kerja yang berlandaskan nilai-nilai spiritualitas dan integritas yang kuat. Melalui kegiatan ini, DWP Kemendikdasmen berharap semangat Ramadan sebagai bulan pendidikan karakter dapat terus terjaga meski bulan suci telah usai, sehingga keluarga besar Kemendikdasmen mampu menjadi pribadi yang kehadirannya senantiasa memberikan manfaat bagi sesama, instansi, hingga bangsa dan negara. (Penulis: Rany/Editor: Denty A./Fotografer: Rayhan, Shaka)