Menampilkan 3 dari 2998 hasil
Jakarta, Kemendikdasmen – Unit Layanan Terpadu (ULT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mendapat apresiasi atas kualitas layanan publik melalui ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA). Dalam ajang tersebut, ULT Kemendikdasmen meraih tiga penghargaan Gold, yaitu The Best Customer Protection (Gold) , The Best Business Contribution (Gold) , dan The Best Contact Center Public Service (Gold) . Penghargaan diserahkan dalam acara TBCCI 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Tiga penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi ULT Kemendikdasmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan. “Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh tim dalam memberikan layanan yang semakin cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya penghargaan, tetapi bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kemendikdasmen terus kita jaga dan tingkatkan,” ujarnya. Kepala Bagian Informasi dan Fasilitasi Layanan Terpadu, Anandes Langguana, mengatakan penghargaan tersebut semakin memperkuat komitmen ULT sebagai salah satu garda terdepan pelayanan publik Kemendikdasmen. “Setiap interaksi dengan
Berita
24 September 2026(dilihat 332 kali)
Tangerang Selatan, Kemendikdasmen – Dalam acara peluncuran Indonesian Center for Health evidence-Informed Policy (I-CHIP), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dengan lugas mendorong penguatan kesehatan fisik dan mental peserta didik sebagai bagian penting dalam membangun Indonesia Emas 2045. Baginya, upaya tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama melalui penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan orang tua, satuan pendidikan, masyarakat, perguruan tinggi, media, serta kementerian dan lembaga terkait. Menteri Abdul Mu’ti menilai bahwa kesehatan tidak hanya mencakup aspek fisik semata, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual yang perlu mendapat perhatian secara seimbang. Hal tersebut menjadi semakin di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. “Ada dua hal yang utama dan sangat terkait dengan pendidikan. Pertama yaitu kesehatan secara fisik dan kedua adalah kesehatan mental atau kesehatan rohani. Dua hal ini sangat kita perlukan, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang,” ungkap Menteri Abdul Mu’ti, di Tangerang Selatan, Selasa (15/9). Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong sekolah agar tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik dalam membangun kebiasaan hidup sehat, karakter, kemampuan sosial, serta keseimbangan mental dan spiritual.
Berita
15 September 2026(dilihat 2122 kali)
Bandung, 15 September 2026 — Masa depan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat hari ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang kelak meneruskan estafet kepemimpinan. Oleh karena itu, membangun kapasitas anak muda sejak sekarang menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan Indonesia. Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, saat menutup Youth Civilization Summit 2026, rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) I PP Pemuda PERSIS, di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/9). Menurut Wamen Atip, generasi muda perlu dipersiapkan tidak hanya untuk menjadi penerus, tetapi juga menjadi aktor yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Untuk itu, semangat bergerak harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir, membaca persoalan, dan melahirkan gagasan. Ia menekankan pentingnya dua kekuatan dalam diri generasi muda, yakni aktivisme dan intelektualisme. Aktivisme membuat anak muda hadir dan mengambil peran di tengah masyarakat, sedangkan intelektualisme membekali mereka dengan kemampuan untuk memahami persoalan dan menentukan arah perubahan. “Wajah dan masa depan bangsa sepuluh tahun yang akan datang ditentukan oleh pemudanya hari ini,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan diri generasi muda juga perlu dibangun di atas fondasi yang kuat. Optimisme saja tidak cukup apabila tidak disertai kemampuan dan kapabilitas yang nyata. “Dari sekarang,
Berita
15 September 2026(dilihat 1640 kali)
Menampilkan 3 dari 5173 hasil
Jakarta, 22 September 2026 — Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian pagu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp89,10 triliun untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pendidikan. Pagu tersebut merupakan hasil penyesuaian dari Pagu Anggaran awal Rp61,10 triliun, dengan tambahan anggaran berdasarkan hasil rapat Panja Badan Anggaran DPR RI sebesar Rp28,0 triliun. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemendikdasmen Tahun Anggaran 2027 akan diarahkan untuk memperkuat berbagai program prioritas kementerian. “Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan akses pendidikan yang berkeadilan, mutu pembelajaran yang meningkat, relevansi pendidikan yang lebih kuat, pembangunan kebahasaan dan kesastraan yang lebih berkualitas, serta tata kelola pendidikan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/9). Tambahan anggaran sebesar Rp28,0 triliun tersebut terutama dialokasikan untuk dukungan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebesar Rp5,0 triliun dan sebesar Rp23,0 triliun untuk mendukung gaji dan tunjangan guru yang beralih status dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu. Secara keseluruhan, penyesuaian pagu Kemendikdasmen Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp89,10 triliun terdiri atas 1) Program Wajib Belajar 13 Tahun sebesar Rp31,83 triliun; 2) Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran sebesar Rp51,64 triliun; 3) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebesar Rp2,08 triliun;
Siaran Pers
22 September 2026(dilihat 980 kali)
Bandung, Jawa Barat, 22 September 2026 – Sebanyak 150.000 guru mendapat kesempatan menuntaskan kualifikasi akademik S1 atau D4 melalui Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kuota program PKA melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tersebut meningkat signifikan dari 12.500 penerima manfaat pada tahun sebelumnya. Perluasan kesempatan ini menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen mempercepat pemenuhan kualifikasi akademik bagi ratusan ribu guru yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1 atau D4 sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Program PKA merupakan program bagi guru untuk memenuhi kualifikasi pendidikan S1 atau D4. Salah satu mekanisme pelaksanaannya adalah RPL, yang memungkinkan capaian pembelajaran yang telah dimiliki guru untuk diakui dan dipertimbangkan dalam proses pendidikan sesuai ketentuan perguruan tinggi. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa program PKA tidak hanya menjadi sarana percepatan bagi guru untuk memperoleh kualifikasi pendidikan S1 atau D4, tetapi harus berdampak pada peningkatan kualitas dan kompetensi guru. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Jawa Barat, Senin (21/9). Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar mengapresiasi UMB yang menjadi mitra Kemendikdasmen dalam pelaksanaan program PKA melalui RPL. “Harapan kita kan
Siaran Pers
22 September 2026(dilihat 843 kali)
Cimahi, Jawa Barat, 21 September 2026 – Gedung Galeri Kejuruan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Cimahi, Jawa Barat, kini menjadi ruang yang mempertemukan karya guru, inovasi teknologi, dan kebutuhan dunia industri. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan gedung tersebut sekaligus membuka rangkaian Gelar Karya Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Vokasi dengan tema Etalase Karya, Kemitraan Industri, dan AI untuk Transformasi Pendidikan Vokasi, Senin (21/9). Bagi Abdul Mu’ti, Galeri Kejuruan tidak hanya menjadi tempat memajang hasil karya. Ia berharap ruang tersebut terus hidup dengan menghadirkan inovasi dan kreativitas baru dari SMK dan balai pendidikan vokasi. “Gedung Galeri itu menjadi pusat yang di dalamnya ditampilkan berbagai inovasi, kreativitas, dan juga capaian yang berbasis teknologi yang dikembangkan oleh SMK-SMK yang ada di Indonesia,” ujar Mu’ti. Ia menekankan agar koleksi Galeri Kejuruan diperbarui setiap tahun sehingga perkembangan teknologi dan kreativitas pendidikan vokasi dapat terus terlihat. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, mengatakan peresmian Galeri Kejuruan menjadi penanda bahwa peningkatan mutu pendidikan vokasi harus bergerak dari konsep menuju praktik. Menurutnya, tantangan pendidikan vokasi saat ini mencakup percepatan perkembangan teknologi, implementasi kemitraan dengan industri
Siaran Pers
21 September 2026(dilihat 1160 kali)
Menampilkan 3 dari 375 hasil
Beredar informasi yang menyebutkan bahwa Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah diberhentikan dari jabatannya. Informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Hingga saat ini, pejabat yang bersangkutan masih menjalankan tugas dan menjabat sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Informasi terkait pergantian atau pemberhentian pejabat pemerintah sebaiknya merujuk pada sumber resmi Kemendikdasmen dan kanal pemerintah yang terpercaya. Jangan mudah percaya, cek fakta sebelum menyebarkan informasi.
Pengumuman
22 September 2026(dilihat 3519 kali)
[DFK – DISINFORMASI/KONTEKS LAMA] Narasi yang beredar:“Bpk ibu mohon ijin bila berkenan bisa dibantu tag/diteruskan, semoga sampai ke istana. Mohon teruskan... demi kemanusiaan dan keadilan.” merupakan video lama, sebelum penyelesaian kasus pada November 2025. Permohonan dalam video tersebut sudah sampai kepada Presiden dan telah ditindaklanjuti. Pada 13 November 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi kepada dua guru Luwu Utara, Rasnal dan Abdul Muis, sehingga nama baik dan status keduanya dipulihkan. Selanjutnya keduanya juga telah diaktifkan kembali sebagai ASN. Dengan demikian, video tersebut merupakan video lama tetapi menyesatkan apabila disebarkan sekarang seolah-olah kasus tersebut masih belum mendapatkan penyelesaian. Mohon bersama-sama menghentikan penyebaran narasi lama dan merujuk pada informasi resmi pemerintah. Sumber resmi: https://setneg.go.id/baca/index/dua_guru_luwu_utara_bersyukur_dapat_rehabilitasi_dari_presiden_prabowo
Pengumuman
18 September 2026(dilihat 1014 kali)
Pengumuman
3 September 2026(dilihat 2336 kali)
Menampilkan 3 dari 44 hasil
Layanan
21 Januari 2025(dilihat 5651 kali)
Layanan
21 Januari 2025(dilihat 43 kali)
Layanan
21 Januari 2025(dilihat 31 kali)
Menampilkan 3 dari 23 hasil
Terbitan
31 Agustus 2026(dilihat 2913 kali)
Terbitan
28 Agustus 2026(dilihat 1885 kali)
Terbitan
1 November 2024(dilihat 39775 kali)
Menampilkan 3 dari 170 hasil
Foto
29 September 2025(dilihat 14527 kali)
Foto
21 April 2025(dilihat 38341 kali)
Foto
16 Maret 2022(dilihat 20668 kali)