Menampilkan 3 dari 3028 hasil
Jakarta, Kemendikdasmen — Menyiapkan media pembelajaran di tengah jadwal mengajar yang padat bukan perkara mudah bagi guru. Padahal, sejumlah materi membutuhkan ilustrasi dan pengalaman visual agar lebih mudah dipahami murid. Kebutuhan ini semakin relevan ketika sekolah mulai memanfaatkan Interactive Flat Panel/Papan Interaktif Digital (IFP/PID), yang akan lebih berguna jika didukung sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan sekitar 4.000 sumber belajar yang dapat dipilih guru sesuai kebutuhan kelas. Namun, tidak semua guru dan murid sudah mengenal platform ini. Kegiatan Sapa Sekolah 2026 di SMA Negeri 80 Jakarta menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk mengenal dan mencoba langsung layanan yang ada di platform tersebut. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Iis Budiana, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan transformasi digital bukan semata-mata tentang penggunaan perangkat atau jaringan internet. Teknologi perlu membantu guru mengajar dengan lebih baik dan murid belajar dengan lebih bermakna. “Keberhasilan digitalisasi pembelajaran bukan diukur dari seberapa banyak aplikasi yang kita gunakan, melainkan dari seberapa besar teknologi tersebut membantu guru mengajar dengan lebih baik dan membantu peserta didik belajar dengan lebih bermakna,” ujar Iis. Kepala Bidang Tata Kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Transformasi Digital, Agus
Berita
13 Oktober 2026(dilihat 85 kali)
Metro, Lampung, Kemendikdasmen — Ruang belajar yang aman dan nyaman menjadi bagian penting dari pengalaman pendidikan anak. Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, pemerintah memperbaiki sarana sekolah agar peserta didik dan guru dapat menjalani proses pembelajaran dalam lingkungan yang lebih layak. Dalam kunjungannya ke Lampung, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau progres revitalisasi di SD Negeri 5 Metro Timur dan SMP Negeri 9 Metro. Proses revitalisasi pada kedua sekolah ini telah mencapai sekitar 50 persen dan direncanakan akan rampung pada November atau paling lambat pertengahan Desember 2026. Mendikdasmen menyampaikan kembali komitmen pemerintah dalam memastikan sarana dan prasarana pendidikan yang layak terpenuhi hingga ke pelosok daerah. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya seluruh warga sekolah menjaga fasilitas pendidikan yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, akan semakin banyak anak-anak yang merasakan manfaat dari layanan pendidikan yang berkualitas. “Revitalisasi harus membuat sarana dan prasarana sekolah menjadi lebih baik sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran,” ujar Mendikdasmen beberapa waktu lalu. Khusus Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMPN 9 Metro, mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 1.185.427.000. Pekerjaannya mencakup rehabilitasi ruang kelas beserta perabot, rehabilitasi laboratorium IPA beserta perabot, serta penataan lingkungan melalui pembangunan lapangan basket. “Kami sangat bersyukur atas anggaran revitalisasi yang telah diberikan,”
Berita
12 Oktober 2026(dilihat 757 kali)
Jepara, Jawa Tengah, Kemendikdasmen — Penerapan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Pendekatan tersebut dihadirkan melalui kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler yang mendorong murid menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata, berkolaborasi, serta menghasilkan solusi melalui praktik dan pengalaman langsung. Dalam kegiatan intrakurikuler, pembelajaran STEM diterapkan melalui integrasi lintas disiplin ilmu. Salah satu praktiknya terlihat dalam tema “Memilih Produk Keuangan yang Tepat untuk Murid” yang mengintegrasikan mata pelajaran IPS (Ekonomi), Matematika, dan Bahasa Inggris. Guru Bahasa Inggris SNT 14 Jepara, Cahyo Tomi Prakoso, mengatakan pembelajaran STEM membangun kemampuan murid untuk memecahkan masalah nyata melalui penyelidikan ilmiah, siklus enjinering yang berulang, pemodelan sistematis, dan pemanfaatan teknologi secara tepat guna. “Pembelajaran STEM di SNT 14 Jepara diimplementasikan juga dalam intrakurikuler melalui integrasi interdisipliner atau lintas disiplin ilmu. Melalui integrasi interdisipliner yang dicanangkan, saya merasa ketika mengajar di kelas bisa lebih membangun pemahaman yang utuh,” ujar Cahyo. Dalam tema tersebut, murid mempelajari produk dan lembaga keuangan melalui mata pelajaran Ekonomi. Pengetahuan tersebut kemudian dipadukan dengan Matematika untuk menyelesaikan persoalan sistem pertidaksamaan linear dua variabel yang berkaitan dengan produk keuangan. Sementara itu, Bahasa Inggris mengembangkan kemampuan murid dalam menyampaikan argumen atau pendapat
Berita
10 Oktober 2026(dilihat 760 kali)
Menampilkan 3 dari 5220 hasil
Surabaya, 13 Oktober 2026 – Pengawas sekolah memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan. Untuk itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendorong pengawas sekolah terus meningkatkan kompetensi agar mampu mendampingi guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid. “Pengawas memiliki tugas yaitu melaksanakan supervisi pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) di Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10). Menurutnya, peran pengawas perlu didukung dengan tugas dan pengembangan kompetensi yang jelas agar supervisi pendidikan dapat berjalan optimal. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan berbagai kebijakan pendidikan, termasuk pembelajaran mendalam (deep learning) serta pengenalan koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selain guru dan kepala sekolah, pengawas juga perlu mendapatkan pelatihan agar dapat mendampingi satuan pendidikan dalam menerapkan kebijakan tersebut. “Oleh karena itu, kita berusaha mengejar itu dengan melatih para guru dan tentu saja juga melatih para kepala sekolah dan pada waktunya nanti juga melatih para pengawas,” katanya. Pembelajaran mendalam, lanjut Mendikdasmen Abdul Mu’ti, mendorong perubahan proses pembelajaran agar tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan dan keterampilan, tapi juga membangun nilai dan kemampuan
Siaran Pers
13 Oktober 2026(dilihat 191 kali)
Sidoarjo, Jawa Timur, 13 Oktober 2026 — Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi momentum penguatan literasi sekaligus ajang kreativitas murid melalui gelar karya kokurikuler berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Salah satu karya yang ditampilkan adalah ART-MATIKS, inovasi yang memadukan matematika, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan pelestarian batik Sidoarjo. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya bahasa sebagai identitas dan kedaulatan bangsa. “Kalau berbicara mengenai bahasa, kita tidak hanya berbicara mengenai bahasa sebagai alat komunikasi, tapi bahasa sebagai identitas bangsa dan juga bahasa sebagai kedaulatan,” ujar Mendikdasmen di Jawa Timur, Senin (12/10). Pesan tersebut sejalan dengan upaya sekolah menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, sastra, dan literasi. Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan pembelajaran mendalam yang bermakna, kolaboratif, dan berpusat pada murid. Melalui proyek kokurikuler, murid dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, dan komunikasi. “Melatih mereka untuk menelusuri masalah, berpikir kreatif, berpikir kritis, mandiri, berkolaborasi, mampu komunikasi, dan seterusnya,” tegas Dewi. ART-MATIKS, Dari Rumus Matematika Menjadi Desain Batik Salah satu karya yang menarik perhatian adalah ART-MATIKS (Aplikasi Redesain & Transformasi Matematika Batik Sidoarjo), yang dibimbing oleh salah satu guru SMAN 1 Taman, Ika Yunita, dan
Siaran Pers
13 Oktober 2026(dilihat 370 kali)
Banyumas, Jawa Tengah, 13 Oktober 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendorong sekolah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi SMA Negeri 1 Patikraja, dalam rangka pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di Banyumas, Jawa Tengah (10/10). Melalui pengalaman langsung, murid dapat mengenali jenis tanaman, mempelajari karakteristiknya, dan menghubungkan pengetahuan di kelas dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang diusulkan ialah memasang papan informasi pada pohon-pohon di lingkungan sekolah. Papan tersebut dapat memuat nama pohon, nama ilmiah, serta informasi mengenai karakteristik dan manfaatnya. Dengan cara ini, lingkungan sekolah dapat menjadi sumber belajar yang mudah diakses murid sekaligus mendorong mereka untuk mengamati, bertanya, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah merupakan bagian dari penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) melalui penciptaan lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan. “Namanya deep learning itu antara lain terintegrasi dengan penciptaan lingkungan sekolah yang disebut dengan hidden curriculum,” ujar Mu'ti. Konsep hidden curriculum merujuk pada nilai, kebiasaan, dan pengalaman yang dipelajari murid melalui lingkungan serta keseharian di sekolah. Dengan demikian, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga dapat membantu membentuk karakter dan rasa ingin tahu murid. Dalam kunjungan tersebut,
Siaran Pers
13 Oktober 2026(dilihat 559 kali)
Menampilkan 3 dari 366 hasil
Sebagai tindak lanjut Pedoman Menteri Kebudayaan Nomor B/668/MK/TU.02.03/2026 tanggal 23 September 2026 hal Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut. Pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di kantor pusat Senayan dikoordinasikan oleh Kementerian Kebudayaan dan diselenggarakan di Monumen Pancasila Sakti pada hari Kamis, 1 Oktober 2026. Satuan kerja di luar Senayan dan Unit Pelaksana Teknis di daerah menyelenggarakan upacara bendera dengan merujuk pada Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 (terlampir).
Pengumuman
30 September 2026(dilihat 21643 kali)
Pengumuman
3 September 2026(dilihat 5029 kali)
Pedoman bagi pemerintah daerah, dinas pendidikan, unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan layanan pendidikan pada daerah terdampak asap karhutla secara aman, adaptif, terkoordinasi, dan berkesinambungan.
Pengumuman
28 Agustus 2026(dilihat 12853 kali)
Menampilkan 3 dari 44 hasil
Layanan
21 Januari 2025(dilihat 5734 kali)
Layanan
21 Januari 2025(dilihat 104 kali)
Layanan
21 Januari 2025(dilihat 92 kali)
Menampilkan 3 dari 23 hasil
Terbitan
31 Agustus 2026(dilihat 5270 kali)
Terbitan
28 Agustus 2026(dilihat 3792 kali)
Terbitan
1 November 2024(dilihat 41731 kali)
Menampilkan 3 dari 169 hasil
Foto
21 April 2025(dilihat 40768 kali)
Foto
16 Maret 2022(dilihat 21451 kali)
Foto
29 Oktober 2021(dilihat 3469 kali)
Menampilkan 1 dari 1 hasil
Infografis
29 September 2025(dilihat 17644 kali)
Menampilkan 3 dari 12 hasil
KLARIFIKASI HOAKSBeredar surat mengatasnamakan Kemendikdasmen perihal “Seminar Diskusi Pendidikan Pengusaha dalam Sektor Bisnis Pendidikan 2026” yang disebut akan dilaksanakan pada 10–11 Oktober 2026 di Bali.Kemendikdasmen menegaskan bahwa surat tersebut PALSU dan bukan surat resmi Kemendikdasmen.Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai, menindaklanjuti, atau memberikan data maupun dokumen sebagaimana diminta dalam surat tersebut.Pastikan informasi terkait Kemendikdasmen hanya bersumber dari kanal resmi.#JAGAPendidikan #Kemendikdasmen #AntiHoaks
Hoaks
2 Oktober 2026(dilihat 1598 kali)
⚠️ KLARIFIKASI INFORMASI PALSU Beredar nomor WhatsApp yang mengaku atau mengatasnamakan Yudhistira Nugraha, ST., M.ICT Adv., D.Phil., Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kami menegaskan bahwa nomor WhatsApp tersebut bukan nomor resmi dan tidak mewakili Yudhistira Nugraha maupun Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen. Masyarakat diimbau untuk tidak merespons atau menindaklanjuti pesan tersebut. Apabila menerima pesan, telepon, atau permintaan mencurigakan dari nomor yang mengatasnamakan beliau, mohon diabaikan dan tidak dilayani. Jangan memberikan data pribadi, kode OTP, uang, maupun informasi lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya. Tetap waspada. Cek informasi melalui kanal resmi Kemendikdasmen sebelum percaya dan bertindak. #JAGAPendidikan #Kemendikdasmen #Hoaks #CekFakta #WaspadaHoaks
Hoaks
2 Oktober 2026(dilihat 920 kali)
Beredar informasi yang menyebutkan bahwa Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah diberhentikan dari jabatannya. Informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Hingga saat ini, pejabat yang bersangkutan masih menjalankan tugas dan menjabat sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Informasi terkait pergantian atau pemberhentian pejabat pemerintah sebaiknya merujuk pada sumber resmi Kemendikdasmen dan kanal pemerintah yang terpercaya. Jangan mudah percaya, cek fakta sebelum menyebarkan informasi.
Hoaks
22 September 2026(dilihat 5530 kali)