Menampilkan 3 dari 123 hasil
Jakarta, Kemendikdasmen – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menghadiri serah terima jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dari Pratikno, Ketua Dewan Penasihat Presiden Republik Indonesia, kepada Sugiono, di Jakarta, Senin (5/10). Dalam sambutannya, Menko Sugiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga yang telah bekerja sama menjalankan tugas serta membangun fondasi program pemerintahan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baru tidak akan memulai seluruh pekerjaan dari awal, melainkan melanjutkan program yang telah berjalan, mengevaluasi hal-hal yang perlu diperbaiki, serta mempercepat pelaksanaan program yang membutuhkan akselerasi. “Yang belum baik kita perbaiki, yang masih perlu penyempurnaan kita sempurnakan, dan yang perlu dipercepat kita percepat,” ujar Sugiono. Sugiono menyampaikan bahwa pembangunan manusia menjadi bagian penting dari transformasi besar yang tengah dijalankan Presiden. Oleh karena itu, berbagai agenda pembangunan perlu dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran. Sejumlah prioritas yang disorot meliputi sektor pendidikan, penguatan kapasitas penanganan bencana, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, serta penurunan kemiskinan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan bantuan sosial dan intervensi pemerintah menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk keluarga kurang mampu dan kelompok rentan. Menurutnya, sinergi antarkementerian dan lembaga menjadi kunci agar berbagai program pembangunan dapat berjalan efektif
Berita
6 Oktober 2026(dilihat 2470 kali)
Jakarta, Kemendikdasmen — Sebuah buku bisa memenuhi rak, tetapi perubahan baru muncul ketika seseorang membukanya, memahami isinya, membicarakannya, lalu membawa pengetahuan itu ke dalam kehidupan. Di tengah derasnya informasi dan kemudahan teknologi kecerdasan buatan (AI), makna literasi pun bergerak lebih jauh dari kemampuan membaca dan menulis. Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ganjar Harimansyah, mengatakan bahwa aksara memperoleh makna ketika manusia mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan. “Ketika kita membaca, sebenarnya kita sedang menghimpun huruf-huruf yang berserakan menjadi bermakna. Kemudian kita memahami bagaimana kata itu dimaknai, dan lalu diimplementasikan,” ujarnya. Bagi Ganjar, proses tersebut membuat literasi dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kemampuan membaca berkembang menjadi kemampuan memahami makna, menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman, lalu mengambil tindakan. “Perubahan terjadi ketika buku dibaca, dibicarakan, dan dihidupkan,” tuturnya. Tantangan tersebut semakin besar ketika informasi datang tanpa henti. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen, Rahmawati, mengatakan pembaca perlu mampu melampaui informasi yang tersurat. Mereka perlu menginterpretasi, mengintegrasikan, mengevaluasi, dan merefleksikan informasi sebelum menggunakannya. “Bukan tentang setuju-tidak setujunya, tetapi tentang bagaimana kita mampu berliterasi, kita paham betul isi bacaannya, baik yang tersurat maupun yang tersirat, kemudian kita mampu mengevaluasi isi bacaannya, dan kita mampu merefleksikannya dengan kehidupan di dunia nyata,” ujarnya. Wakil
Berita
28 September 2026(dilihat 1386 kali)
Jakarta, Kemendikdasmen – Unit Layanan Terpadu (ULT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mendapat apresiasi atas kualitas layanan publik melalui ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA). Dalam ajang tersebut, ULT Kemendikdasmen meraih tiga penghargaan Gold, yaitu The Best Customer Protection (Gold) , The Best Business Contribution (Gold) , dan The Best Contact Center Public Service (Gold) . Penghargaan diserahkan dalam acara TBCCI 2026 yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Tiga penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi ULT Kemendikdasmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan. “Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh tim dalam memberikan layanan yang semakin cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya penghargaan, tetapi bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kemendikdasmen terus kita jaga dan tingkatkan,” ujarnya. Kepala Bagian Informasi dan Fasilitasi Layanan Terpadu, Anandes Langguana, mengatakan penghargaan tersebut semakin memperkuat komitmen ULT sebagai salah satu garda terdepan pelayanan publik Kemendikdasmen. “Setiap interaksi dengan
Berita
24 September 2026(dilihat 1867 kali)
Menampilkan 3 dari 598 hasil
Jakarta, 15 Oktober 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) bersama Badan Pangan Nasional meluncurkan Panduan Pendidikan Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal. Dalam peluncuran tersebut diadakan gelar wicara untuk membahas upaya mengintegrasikan pendidikan pangan dan gizi ke dalam pembelajaran serta penerapannya secara nyata di satuan pendidikan dengan memanfaatkan potensi pangan lokal, yang dilaksanakan di Kantor Kemendikdasmen, Rabu (14/10). Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Laksmi Dewi, menjelaskan bahwa pendidikan pangan dan gizi dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum yang sudah berjalan tanpa menambah mata pelajaran. Panduan yang disusun diharapkan membantu guru memasukkan materi pangan dan gizi ke dalam proses pembelajaran sesuai jenjang pendidikan. “Yang paling penting adalah bagaimana kita memasukkan peta kompetensi ini ke dalam capaian-capaian pembelajaran yang sudah tersedia,” jelas Laksmi. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa integrasi tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta budaya sekolah. Salah satu penerapannya adalah membiasakan murid mengenali dan memahami makanan sehat, termasuk melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah. Menurutnya, pengenalan pangan lokal perlu disampaikan secara berkelanjutan agar berkembang menjadi kebiasaan murid dalam mengonsumsi makanan sehat. Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Hamid Sangadji, menyampaikan bahwa pendidikan pangan dan
Siaran Pers
15 Oktober 2026(dilihat 1995 kali)
Jakarta, 15 Oktober 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) bersama Badan Pangan Nasional memperkuat edukasi pangan dan gizi di satuan pendidikan melalui perilisan Panduan Pangan dan Gizi Berbasis Sumber Daya Lokal. Panduan ini diharapkan membantu pendidik mengenalkan pilihan pangan bergizi yang tersedia di lingkungan sekitar sekaligus membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. Kepala BKPDM, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pemenuhan gizi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, asupan makanan sehari-hari berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kesiapan murid untuk belajar. “Guru dapat menyiapkan pembelajaran dengan sangat baik, tetapi anak juga membutuhkan kondisi tubuh yang memang mendukung agar bisa berkonsentrasi dan berpartisipasi secara optimal,” ujar Toni dalam kegiatan perilisan dan sosialisasi panduan di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (14/10). Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang beragam, termasuk sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan. Potensi tersebut perlu dikenalkan kepada murid agar mereka memahami bahwa pilihan makanan bergizi dapat ditemukan di lingkungan sekitar, sesuai dengan potensi daerah dan kebutuhan gizi anak. Melalui panduan ini, pendidik diharapkan dapat mengajak murid mengenali bahan pangan di sekitarnya, mendiskusikan pilihan menu sehat, serta mempelajari cara memilih, mengolah, dan menyimpan makanan dengan memperhatikan kebersihan
Siaran Pers
15 Oktober 2026(dilihat 653 kali)
Surabaya, 13 Oktober 2026 – Pengawas sekolah memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan. Untuk itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendorong pengawas sekolah terus meningkatkan kompetensi agar mampu mendampingi guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid. “Pengawas memiliki tugas yaitu melaksanakan supervisi pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) di Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10). Menurutnya, peran pengawas perlu didukung dengan tugas dan pengembangan kompetensi yang jelas agar supervisi pendidikan dapat berjalan optimal. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan berbagai kebijakan pendidikan, termasuk pembelajaran mendalam (deep learning) serta pengenalan koding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selain guru dan kepala sekolah, pengawas juga perlu mendapatkan pelatihan agar dapat mendampingi satuan pendidikan dalam menerapkan kebijakan tersebut. “Oleh karena itu, kita berusaha mengejar itu dengan melatih para guru dan tentu saja juga melatih para kepala sekolah dan pada waktunya nanti juga melatih para pengawas,” katanya. Pembelajaran mendalam, lanjut Mendikdasmen Abdul Mu’ti, mendorong perubahan proses pembelajaran agar tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan dan keterampilan, tapi juga membangun nilai dan kemampuan
Siaran Pers
13 Oktober 2026(dilihat 1412 kali)
Menampilkan 3 dari 9 hasil
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 120/TPA Tahun 2026 dan Nomor 34/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Fungsional Ahli Utama di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 11912/ M/06/2026 dan Nomor 11913/M/06/2026 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Administrator dan Pengawas di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Rincian 162 Pejabat yang dilantik terdiri dari:1. Pejabat Eselon I: 1 Pejabat (Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta)2. Pejabat Fungsional Ahli Utama: 1 Pejabat (Widyaprada Ahli Utama)3. Pejabat Eselon II: 46 Pejabat (JPT Pratama)4. Pejabat Eselon III: 69 Pejabat (Administrator)5. Pejabat Eselon IV: 45 Pejabat (Pengawas)
Pengumuman
13 Oktober 2026(dilihat 2523 kali)
Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lingkungan Kemendikdasmen
Pengumuman
29 Mei 2026(dilihat 5670 kali)
Sehubungan dengan terjadinya bencana alam di Provinsi Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat yang berdampak pada kondisi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT), perlu dilakukan langkah-langkah penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan dengan tetap menjaga keberlangsungan pelayanan dan mengutamakan keselamatan pegawai ASN. Untuk itu, disampaikan hal-hal sebagai berikut.
Pengumuman
8 Desember 2025(dilihat 3450 kali)
Menampilkan 1 dari 1 hasil
Layanan
21 Januari 2025(dilihat 365 kali)
Menampilkan 2 dari 2 hasil
Terbitan
31 Agustus 2026(dilihat 6481 kali)
Terbitan
1 Juni 2024(dilihat 42671 kali)
Menampilkan 1 dari 1 hasil
SE Mendikdasmen Nomor 14 Tahun 2025 mengatur tentang kegiatan murid selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tujuannya adalah untuk memastikan hak, perlindungan, dan keamanan bagi murid agar siap belajar di awal semester berikutnya.
Hoaks
8 Desember 2025(dilihat 64809 kali)