Diterbitkan pada: 01/03/2026
Kab. Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Kemendikdasmen — Program Digitalisasi Pembelajaran yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak positif, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan efektif, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) per 17 Februari 2026, alokasi IFP untuk jenjang SD mencapai 149.268 satuan pendidikan dan telah terealisasi 100 persen pengiriman. Selain itu, dukungan perangkat pendukung seperti laptop, media penyimpanan, internet, serta intervensi listrik juga terus diperkuat guna memastikan pemanfaatan teknologi berjalan optimal di sekolah. Salah satu penerima manfaat program Digitalisasi Pembelajaran dari Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, Kepala SD Negeri 002 Tiong Ohang, Yani, menyampaikan bahwa kehadiran IFP membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran di sekolahnya. “Pembelajaran sebelumnya terbatas pada metode ceramah dan mencatat di buku. Setelah ada IFP, pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa dapat menggunakan papan sentuh, dan guru juga dapat memanfaatkan berbagai komponen IFP untuk belajar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa respons siswa terhadap penggunaan teknologi tersebut sangat positif. “Siswa sangat tertarik dan suka, terutama saat kegiatan senam dan pembelajaran sains,” lanjutnya. Dari sisi guru, Yani mengatakan bahwa penggunaan IFP dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam menyiapkan pembelajaran. “IFP sangat membantu. Guru tidak perlu lagi repot menyiapkan proyektor, mereka cukup menggunakan IFP untuk mengajar dan menyampaikan materi,” ucapnya. Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan di lapangan, terutama di wilayah 3T. “Kendala yang kami hadapi adalah sinyal yang belum maksimal. Selain itu, karena hanya ada satu perangkat, kami sering memindahkan kelas satu ke kelas lain sehingga ada kekhawatiran IFP jatuh,” ungkapnya. Ia berharap pemerintah dapat terus memperkuat program digitalisasi pembelajaran, khususnya pada aspek pemerataan perangkat dan infrastruktur pendukung. “Semoga ada tambahan IFP agar tidak perlu bergantian dalam penggunaannya. Kami juga berharap sinyal dan listrik di sekolah 3T dapat diperhatikan lebih baik lagi,” tutup Yani. “Pemanfaatan IFP di wilayah 3T sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi ini memudahkan guru dalam mengembangkan materi yang lebih relevan, memperluas akses terhadap sumber belajar, serta mendukung pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan penggunaan IFP, kami juga dapat memahami kebutuhan dan gaya belajar murid sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran teknologi tersebut meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa. “Yang paling berkesan adalah antusiasme dan keterlibatan siswa yang semakin tinggi. Mereka menjadi lebih aktif, percaya diri, dan tidak lagi merasa pembelajaran membosankan. Akses informasi yang lebih luas juga mendorong motivasi belajar siswa sehingga mereka semakin bersemangat dalam meraih cita-cita,” tambahnya. Program digitalisasi pembelajaran merupakan bagian dari transformasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses teknologi, serta memperkuat kompetensi literasi digital siswa sejak jenjang dasar. Kemendikdasmen berkomitmen memastikan seluruh satuan pendidikan dapat memanfaatkan teknologi secara optimal demi menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.*** (Penulis: Rayhan/Editor: Denty A./Dokumentasi: Tim Kemendikdasmen) Biro Komunikasi dan Hubungan MasyarakatSementara itu, Lusiana Hangin, Guru Kelas IV SD Negeri 002 Tiong Ohang, menambahkan bahwa pemanfaatan IFP memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan keterlibatan siswa di kelas.
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Penulis: Rayhan Parady
Editor: Denty Anugrahmawaty