Diterbikan pada: 10 Maret 2026
Jakarta, 10 Maret 2026 - Dalam mempersiapkan pelaksanaan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD mulai tahun ajaran baru 2027/2028, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Ini merupakan upaya memperkuat kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan. “Kami memahami bahwa bagi sebagian guru, mengajar Bahasa Inggris mungkin terasa sebagai tantangan baru. Namun saya ingin mengajak Bapak/Ibu untuk melihatnya bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang bersama murid-murid kita,” ujar Direktur Rachmadi, di Jakarta, Senin (9/3). “Kami mulai menjaring peserta melalui koordinasi dengan dinas pendidikan di kabupaten/kota serta berkomunikasi dengan sekolah-sekolah. Antusiasme guru di Papua cukup tinggi karena mereka melihat pelatihan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Dasar,” ungkapnya. “Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Materinya disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan, sehingga membuat kami lebih percaya diri untuk mengajarkan Bahasa Inggris yang lebih mudah dan menarik kepada murid-murid di kelas,” ujarnya.
Program pelatihan guru mengajar Bahasa Inggris akan dilakukan secara bertahap hingga tahun ajaran baru 2027/2028. Di tahap pertama, sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten/kota di 34 provinsi, akan berpartisipasi dalam pelatihan ini. Tahap awal pelatihan dijadwalkan berlangsung selama enam bulan dan direncanakan rampung pada Agustus hingga September 2026.
Dalam sambutannya, Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Kependidikan Guru (GTKPG), Rachmadi Widdiharto, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para guru untuk terus mengembangkan kompetensinya.
Rachmadi menegaskan bahwa guru pada hakikatnya adalah pembelajar sepanjang hayat. Ketika guru terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya, maka ruang kelas akan menjadi ruang belajar yang hidup bagi para murid.
Ia menambahkan bahwa penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di SD merupakan bagian dari upaya membekali murid dengan kemampuan dasar yang relevan dengan perkembangan zaman.
Lebih lanjut, Rachmadi juga mendorong para peserta pelatihan untuk berbagi praktik baik kepada rekan sejawat agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara lebih luas.
“Oleh karena itu, setelah mengikuti pelatihan ini kami berharap Ibu dan Bapak tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas masing-masing, tetapi juga berbagi praktik baik kepada rekan sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) ataupun forum profesional lainnya. Dengan cara ini, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir hari ini, tetapi dapat menjangkau lebih banyak guru dan lebih banyak murid,” tambah Rachmadi.
Rachmadi juga menyampaikan bahwa program PKGSD-MBI difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam dua aspek utama, yaitu peningkatan kemahiran berbahasa serta penguasaan pedagogi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SD.
Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan agar para guru dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman tanpa merasa terbebani. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik pembelajaran di kelas.
Sebagai bagian dari upaya pemerataan akses peningkatan kompetensi guru, Kemendikdasmen juga memberikan kesempatan bagi guru SD yang belum mengikuti pelatihan untuk tetap dapat belajar secara mandiri. Para guru dapat mengakses materi pelatihan melalui Learning Management System (LMS) serta mempelajari modul melalui fitur Pembelajaran Mandiri pada platform Rumah Pendidikan.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung proses penjaringan dan fasilitasi peserta pelatihan.
Perwakilan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Papua, Eka Setianingsuci, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan serta sekolah-sekolah di wilayah Papua dalam proses penjaringan peserta pelatihan.
Antusiasme juga datang dari para peserta pelatihan. Salah satu peserta dari Gorontalo, Salma Abu Bakar Supu, mengaku sangat senang dapat mengikuti program peningkatan kapasitas ini.
Program PKGSD-MBI dirancang untuk membantu guru SD meningkatkan kemampuan mengajar Bahasa Inggris, melalui pendekatan yang praktis dan aplikatif. Hal ini diharapkan dapat mendukung penguatan kemampuan dasar berbahasa bagi murid sejak dini.
Melalui program ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak guru SD yang memiliki kompetensi dan kepercayaan diri dalam mengajarkan Bahasa Inggris. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris di SD dapat berlangsung lebih menarik, komunikatif, dan mampu mendukung penguatan kemampuan dasar murid di seluruh Indonesia.*** (Penulis: Tim Ditjen GTKPG, Rayhan/Editor: Denty A./Seno H./Dokumentasi: Tim Kemendikdasmen)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 199/sipers/A6/III/2026
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BSKAP
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter