Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Informasi Profil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Informasi Umum
Beranda
Button Icon
Button Icon
PPID
Button Icon Beranda
Button Icon Profil
Temukan informasi tentang Kemendikdasmen, struktur organisasi, dan regulasi
Button Icon
Button Icon
Button Icon
Button Icon Informasi Publik
Informasi Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Button Icon Publikasi
Temukan kabar, siaran pers, pengumuman, dan dokumentasi resmi dari Kemendikdasmen
Button Icon PPID
Revitalisasi Sekolah, Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Ciptakan Lingkungan Belajar Ideal

Diterbitkan pada: 19/06/2025

Bagikan:

Jawa Tengah, Kemendikdasmen — Revitalisasi sekolah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hingga kini, program revitalisasi sekolah terus dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan layanan pendidikan yang aman dan bermutu untuk semua.

Salah satu satuan pendidikan yang menerima manfaat dari program ini adalah TK Pertiwi 1 Serang, Purbalingga. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2007 ini menjadi salah satu dari empat lembaga PAUD yang menerima bantuan revitalisasi pada tahun 2025, dari total 77 sekolah yang masuk dalam database prioritas kementerian.

Sekolah yang sebelumnya hanya memiliki tiga ruang kelas, tiga guru, dan menampung 46 murid ini terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Bangunan yang digunakan berasal dari hibah pemerintah desa dengan fasilitas ruang kelas, toilet, dan area bermain yang sangat terbatas.

Bantuan yang diberikan untuk revitalisasi senilai Rp257.157.000 dan dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 70 persen, telah dicairkan pada awal Mei 2025; dan tahap kedua sebesar 30 persen yang akan diberikan setelah progres pembangunan mencapai minimal 50 persen. Dana bantuan ditransfer langsung ke rekening sekolah dan dikelola secara mandiri oleh sekolah.

Kepala Seksi Pembinaan PAUD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Agus Tri Rusiana menyampaikan, pengajuan bantuan revitalisasi didasarkan pada hasil analisis kondisi bangunan yang tercantum di Dapodik serta legalitas kepemilikan lahan. 

“Proses verifikasi lapangan dilakukan oleh dinas untuk memastikan kesesuaian data. Sedangkan pengelolaan pembangunan dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah dengan pendampingan teknis dari dinas,” jelas Agus. 

Fokus revitalisasi ini mencakup pembangunan tiga unit toilet baru, perbaikan ruang kelas, serta penyediaan area bermain yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Revitalisasi ini menjadi momen gotong royong yang luar biasa. Masyarakat setempat secara sukarela terlibat dalam membersihkan lahan dan menjaga lingkungan sekolah. Proses pembelajaran tetap berjalan, walaupun aktivitas luar ruang dibatasi demi keamanan anak-anak. 

Selama proses pembangunan, siswa belajar di ruang kelas seadanya, yang telah disulap menjadi arena bermain dan belajar yang kreatif. Ke depannya, pemeliharaan fasilitas hasil pembangunan ini akan melibatkan dana partisipasi masyarakat (parmas) yang selama ini telah rutin dilakukan melalui iuran sukarela.

Dalam rangka mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, revitalisasi sekolah juga diberikan kepada satuan pendidikan jenjang dasar dan menengah. SD Negeri 2 Purwokerto Wetan, yang berlokasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan salah satu sekolah yang menjadi penerima manfaat program tersebut.

Kepala SD Negeri 2 Purwokerto Wetan, Suryani menyampaikan bahwa para siswa dan orang tua telah menunjukkan pengertian dan dukungan selama masa pembangunan. Suryani menyambut baik program revitalisasi ini dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekolah, khususnya wali murid dan Panitia Pembangunan Sarana Pendidikan (P2SP).

Kerusakan parah terjadi pada atap yang keropos, dinding yang mengelupas, dan struktur bangunan yang masih menggunakan material lama sejak dibangun pada tahun 1966–1967. Bahkan, genteng di ruang kelas IV sudah ada yang mulai berjatuhan.

Revitalisasi sekolah ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 miliar, dan hingga saat ini, pihak sekolah telah menerima 70 persen dari total dana tersebut.

Pemberian bantuan juga disampaikan kepada satuan pendidikan jenjang menengah, salah satunya SMP Negeri 1 Purbalingga. Sekolah ini mendapat bantuan revitalisasi skala besar dengan total anggaran Rp1,4 miliar. Adapun revitalisasi di sekolah ini mencakup perbaikan ruang UKS, ruang kelas, ruang administrasi, dan mushola. Sebelumnya, kondisi ruang UKS sangat sempit, mushola bocor, dan beberapa kelas tidak layak pakai — terutama terasa saat ada murid yang sakit atau pingsan saat upacara bendera berlangsung di tengah kondisi bangunan yang tidak ideal.

Kini, ruang UKS baru dibangun dengan luas 7,9 x 10 meter, dilengkapi ruang pemeriksaan, ruang istirahat, toilet terpisah untuk siswa putra dan putri, serta fasilitas penunjang lainnya. Revitalisasi tujuh ruang kelas juga sedang berjalan. Hingga pertengahan Juni 2025, progres pembangunan fisik telah mencapai 14,92%.

Revitalisasi ini dikelola secara swakelola oleh P2SP. Ketua P2SP yang memiliki latar belakang di bidang desain bangunan turut membantu memastikan desain bangunan sesuai kebutuhan. Pengawasan dilakukan bersama oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum. 

Dalam pengelolaan dana bantuan, proses perencanaan dilakukan secara sistematis dan transparan. Sebelum mulai pembangunan, sekolah menyusun Rencana Biaya Anggaran (RAB) secara rinci dan jelas untuk memastikan dana digunakan sesuai kebutuhan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 1 Purbalingga, Eni Rundiati dalam kegiatan Presstour di Purbalingga (13/6).

“Kami selalu mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana. RAB disusun secara jelas dan transparan, sesuai dengan pedoman dan juknis dari kementerian. Selain itu, kami juga selalu berkoordinasi dengan panitia P2SP agar pembangunan dapat terus dikawal dengan baik,” tegas Eni.

Program revitalisasi ini menjadi harapan besar bagi TK Pertiwi 1 Serang, SD Negeri 2 Purwokerto Wetan, dan SMP Negeri 1 Purbalingga. Kepala Sekolah TK Pertiwi 1 Serang, Khotinah menyampaikan bahwa revitalisasi tidak hanya soal membangun fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem belajar yang mendukung tumbuh kembang siswa dan mencetak generasi unggul. Program ini adalah upaya memberikan layanan pendidikan yang lebih bermutu, aman, dan menyenangkan bagi seluruh anak.

"Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di wilayah kami," ungkap Khotinah. (Nadia Faradinna / Editor: Stephanie, Denty A.)

 

 

Penulis: Stephanie Westiana

Editor: Denty Anugrahmawaty

Berita Terkait