Diterbikan pada: 18 Januari 2026
Sebatik, Kalimantan Utara, 18 Januari 2026 - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandai keberpihakan dalam menciptakan kualitas pendidikan yang merata hingga ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan 8 sekolah yang telah direvitalisasi di Pulau Sebatik, Sabtu (17/1). Pulau Sebatik sendiri merupakan salah satu pulau kecil terluar, yang terletak di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Wamen Atip menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini yang merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto, sesuai dengan amanat konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa upaya tersebut harus berlangsung secara menyeluruh. “Salah satu komponen penting adalah, tersedianya sarana pendidikan yang memadai, yang memenuhi syarat-syarat terciptanya sekolah yang aman, nyaman serta mendukung pembelajaran yang efektif,” jelasnya. Ia berpesan kepada seluruh warga sekolah agar selalu menjaga fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan yang sudah dibangun pemerintah. "Tadi disebut toilet, itu jangan satu tahun di bangun, tahun keduanya kotor, menjaga dan memelihara itu sangat penting," pesan Wamen Atip. Sambutan Masyarakat atas Hadirnya Pemerintah di Wilayah 3T Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Hermanus, mengapresiasi kunjungan Kemendikdasmen Wamendikdasmen ke Pulau Sebatik. Menurutnya kunjungan ini bukan hanya sekadar kunjungan biasa tetapi memiliki pesan kuat bahwa negara memberikan perhatian nyata untuk yang tinggal di tapal batas. Bahwa anak-anak perbatasan memiliki hak yang sama untuk belajar dengan layak, dan tumbuh menjadi generasi bangsa. "Secara khusus atas nama Bapak Bupati saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri dan Wakil Menteri Dikdasmen, yang memberikan atensi khusus kepada Kabupaten Nunukan, atas pemberian revitalisasi yang luar biasa," ujar Hermanus seraya berpesan kepada warga sekolah untuk mengindahkan pesan Wamen Atip. Sekolah Nyaman, Tumbuhkan Semangat Belajar Siswa Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Nunukan, Jathu Roswita, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, setiap hujan turun saat kegiatan belajar mengajar, para siswa maupun guru merasa khawatir bahwa atap maupun plafon akan runtuh akibat sudah lapuk. “Biasa kami pakaikan terpal untuk menahan supaya tidak bocor ke bawah, juga dengan jumlah siswa kami 752 tentu jumlah toilet kurang,” ujar Roswita. Dengan revitalisasi ini, Roswita menyebut dapat menciptakan rasa aman dan nyaman, untuk siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Hal ini juga berpengaruh kepada motivasi siswa untuk masuk sekolah dan belajar. “ Alhamdulillah , setelah mendapatkan revitalisasi ini, siswa atau peserta didik kami merasa senang, lebih termotivasi untuk datang ke Sekolah, karena mendapati sekolahnya sudah aman, nyaman, bangunannya menarik,” ujar Roswita. “Terima kasih yang sebesar-besarnya, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak Presiden RI, bapak Prabowo Subianto, saya ucapkan juga terima kasih banyak kepada Mendikdasmen, Bapak Abdul Mu'ti, Wamendikdasmen, Pak Atip, beserta jajaran Kemendikdasmen yang sudah memberikan kami perbaikan di sekolah juga di Kabupaten Nunukan," ucapnya penuh rasa syukur. "Mudahan-mudahan bantuan ini memberikan manfaat yang baik untuk sekolah, mempermudah dan kelancaran akses dalam pendidikan," harap Roswita lebih lanjut. Senada dengan itu, Guru SMAS K St. Gabriel Nunukan, Suryani, menyebutkan sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi ini. Ia berharap ke depannya program ini dapat terus berlanjut merata di berbagai wilayah di Indonesia. “Sangat merasa terbantu sekali, karena di sekolah saya kebetulan gedung perpustakaannya belum ada, lalu toiletnya masih kurang, makanya dengan bantuan ini kami mendapatkan toilet dan perpustakaan, sangat membantu sekali untuk anak-anak bisa membaca dengan baik karena ada gedungnya, mudah-mudahan untuk ke depannya kalau ada bantuan-bantuan lagi yang masih kurang di sekolah mudah-mudahan bisa dibantu kembali,” harap Suryani. Siswa Kelas XII SMKN 1 Nunukan, Agus Gustiawan, menyebutkan bahwa setelah dilakukan revitalisasi, ia dan teman-temannya merasa sangat terbantu dan juga lebih bersemangat untuk belajar di sekolah, “Sekarang sudah di renovasi, jadi tidak takut lagi, tidak becek lagi, tidak takut lagi runtuh, kami belajar semakin lancar tidak seperti dulu. Apa lagi toiletnya diperbaiki semua. Untuk pak Presiden, Pak Wakil Menteri terima kasih atas revitalisasinya, kami sebagai siswa di perbatasan sangat terbantu," pungkas Agus sumringah. Laman: kemendikdasmen.go.id #PendidikanBermutuuntukSemua
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers
#KemendikdasmenRamah
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 36/sipers/A6/I/2026
Penulis: Morecka
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Pendidikan Vokasi
Badan Bahasa
BSKAP
Guru Sekolah Kejuruan
Sekolah Kejuruan
Dinas Pendidikan
Ruang Murid
Ruang GTK
Ruang Sekolah
Ruang Orang Tua
Ruang Pemerintah
Ruang Mitra
Ruang Publik
Ruang Bahasa
GTK
Itjen
Vokasi
Sekjen
Murid Kejuruan
Guru PAUD
Guru Dikdasmen
Sekolah PAUD
Sekolah Dikdasmen
Murid PAUD
Murid Dikdasmen
Mitra Dikdasmen
Orang Tua
Sastrawan
Pegiat Literasi
Penguatan Pendidikan Karakter