Diterbikan pada: 26 Februari 2026
Sumatra Selatan, 26 Februari 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menekankan pentingnya metode pembelajaran mendalam ( deep learning ) yang humanis, kontekstual, dan menyenangkan bagi para murid. Selain itu Wamen Atip juga menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar proyek fisik, melainkan amanah besar dari rakyat untuk masa depan anak bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja di Sumatra Selatan guna meninjau implementasi program prioritas pendidikan di SD Negeri 06 Indralaya, SMP Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS), dan SMA Negeri 21 Palembang. Saat memberikan arahan di SMA Negeri 21 Palembang, Wamen Atip mengungkapkan bahwa revitalisasi ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan segera setelah pelantikan untuk menjamin hadirnya pendidikan bermutu. Mengingat besarnya tanggung jawab ini, ia meminta seluruh pihak, mulai dari kepala daerah hingga masyarakat, untuk memperketat pengawasan. "Ini adalah amanah titipan dari masyarakat, dari rakyat kita. Uang ini harus kita awasi bersama karena ini berasal dari pajak rakyat," tegas Wamen Atip di depan jajaran pejabat daerah. Beliau juga mengingatkan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran yang sudah dialokasikan secara presisi. "Semua sudah dihitung agar hasilnya optimal. Tidak perlu lagi ada praktik-praktik yang tidak benar dalam perencanaan maupun pengawasan fee ," tambahnya. Pemerintah memilih skema swakelola dalam revitalisasi ini untuk menumbuhkan rasa memiliki ( sense of responsibility ) dari pihak sekolah. Wamen Atip memaparkan bahwa langkah ini terbukti efisien. Dari anggaran sekitar Rp16,9 triliun, pemerintah berhasil meningkatkan jangkauan dari 13.400 menjadi sekitar 16.150 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dalam waktu singkat, yakni sekitar 4-5 bulan. Namun, ia memberikan catatan agar sumber daya lokal dan perguruan tinggi dilibatkan lebih optimal guna menghidupkan ekonomi daerah. "Kita ingin melihat berapa banyak tenaga kerja lokal yang bisa terserap melalui program swakelola ini. Ini yang akan terus kami evaluasi," ujarnya. Selain infrastruktur, Wamen Atip menyoroti pentingnya akurasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia menegaskan pentingnya kejujuran dalam pengisian data yang tidak sesuai fakta. Matematika yang Hidup dan Revitalisasi Fasilitas Mengawali kunjungan di SD Negeri 06 Indralaya, Wamen Atip meninjau Kelas Matematika dan berdialog langsung dengan guru. Ia menyarankan agar pengajaran Matematika tidak lagi sekadar angka, namun melalui narasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. "Saya berpesan kepada guru agar mulai memberikan soal matematika yang kontekstual. Buatlah pembelajaran itu mendalam namun tetap menyenangkan," ujar Wamen Atip di hadapan para pendidik. Bahasa Inggris: Bukan Sekadar Nilai, Tapi Jendela Dunia Wamen Atip mendorong para murid untuk berani berbicara tanpa takut salah secara tata bahasa ( grammar ). "Bahasa Inggris bukan sekadar bahasa asing, tapi bahasa internasional dan sains. Ini adalah keharusan. Masukan saya untuk guru, gunakan bahasa Inggris sepenuhnya di kelas karena bahasa itu perlu dipaksa agar terbiasa," tuturnya. Ia pun membagikan pengalamannya belajar bahasa secara cepat dengan penutur asli. "Metode yang bagus adalah biarkan murid bicara dulu. Salah tidak apa-apa karena ini bukan bahasa ibu kita. Setelah mereka berani dan terbiasa, baru perlahan diperbaiki grammar -nya," tambah Wamen Atip yang kemudian memberikan kuis seputar dunia olahraga untuk memotivasi para murid atlet tersebut. Peresmian Revitalisasi di SMA Negeri 21 Palembang Menutup rangkaian kunjungan, Wamen Atip meninjau hasil revitalisasi di SMA Negeri 21 Palembang. Sekolah ini menerima bantuan sebesar Rp3,2 miliar untuk pembangunan 11 Ruang Kelas Baru (RKB) dan tiga paket toilet. Kunjungan ini sekaligus menandai peresmian secara simbolis program revitalisasi bagi 42 satuan pendidikan di seluruh Provinsi Sumatra Selatan. Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap bantuan infrastruktur dibarengi dengan peningkatan kualitas pedagogi yang memanusiakan murid di seluruh pelosok negeri.*** (Penulis: Rany/Editor: Denty A., Seno H./Dokumentasi: Shaka)
Keceriaan tampak saat Wamen Atip mengunjungi SMP Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS). Di sekolah yang mencetak atlet-atlet berprestasi ini, ia berinteraksi dengan murid kelas 8 dalam sesi Bahasa Inggris menggunakan papan interaktif ( Interactive Flat Panel ).
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 166/sipers/A6/II/2026
Penulis: Rany Larasari
Editor: Denty Anugrahmawaty
PaudDikdasmen
Sekjen